Blitar, sergaponline.online - Sebuah insiden tragis terjadi di Gunung Gedang, Kali Putih, Kecamatan Gandusari, Blitar, ketika longsoran tebing menimpa para pekerja tambang ilegal. Peristiwa yang terjadi pada hari ini menyebabkan dua pekerja meninggal dunia dan satu orang dinyatakan hilang. Longsor ini dipicu oleh aktivitas penambangan ilegal yang menggunakan sistem tembak injek dengan ponton atau diesel, yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Menurut informasi yang diperoleh, longsoran terjadi saat para pekerja sedang menambang pasir dengan metode tembak injek. Teknik ini menggunakan ponton atau diesel untuk menghancurkan tebing dan mengambil pasir, tetapi sangat berisiko karena tidak memperhitungkan aspek keselamatan dan dampak lingkungan. Akibatnya, tanah yang tidak stabil runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di lokasi.
Tragedi ini bermula saat para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan pada pagi hari. Tiba-tiba, struktur tanah yang rapuh tidak mampu menahan beban dan runtuh seketika. Beberapa pekerja berhasil menyelamatkan diri, namun tiga orang tertimbun material longsor. Dua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Penambangan ilegal di Gunung Gedang sudah lama menjadi sorotan karena seringnya terjadi kecelakaan serupa. Meskipun pihak berwenang telah berupaya memberantas aktivitas ilegal ini, masih banyak penambang yang nekat menjalankan operasi mereka tanpa mengindahkan keselamatan. Insiden kali ini kembali menyoroti urgensi penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku penambangan liar.
Dua pekerja yang tewas dalam insiden ini berasal dari daerah sekitar Blitar. Adapun identitas mereka sebagai berikut:
Budi Santoso (25 tahun), warga Modangan, Blitar
Sugeng Riyadi (30 tahun), warga Penataran, Blitar
Sementara itu, satu orang yang masih dalam pencarian adalah:
Slamet (28 tahun), warga Penataran, Blitar
Upaya penyelamatan dan evakuasi korban masih terus berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari aparat penegak hukum (APH), relawan, dan warga setempat bekerja keras untuk menemukan korban yang masih tertimbun. Medan yang sulit dan kondisi tanah yang labil menjadi tantangan dalam proses pencarian.
Masyarakat setempat merasa prihatin sekaligus geram atas peristiwa ini. Mereka mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penambangan ilegal yang telah mengorbankan nyawa pekerja. Selain itu, warga juga meminta agar ada pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas tambang di wilayah tersebut.
Pihak berwenang telah menggelar penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti longsor serta menindak pelaku penambangan ilegal. Langkah-langkah preventif seperti patroli rutin dan penutupan akses ke lokasi tambang ilegal sedang dipertimbangkan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa berbahayanya aktivitas penambangan ilegal yang mengabaikan keselamatan pekerja dan merusak lingkungan. Diharapkan adanya tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menegakkan hukum serta melindungi masyarakat dari risiko serupa di masa mendatang.(Red.AL)
Posting Komentar